
Band
Superman Is Dead kembali menjadi bahan pembicaraan publik. Mereka
berhasil menggeser popularitas band-band pop melayu mainstream di situs
Facebook.
Band pop masa kini yang notabene penjualan album dan
ring back tone (RBT) laris manis di pasaran, ternyata belum tentu dapat
meraih dan menarik perhatian publik serta penggemar fanatiknya pada
situs jejaring sosial terpopuler tersebut.
Superman Is Dead, atau
disingkat SID, terbukti berhasil mengumpulkan 1,373,229 penggemar pada
situs Facebook. Angka yang tergolong fantastis dan di atas rata-rata
untuk seukuran band yang tetap bertahan dari godaan pasar musik
mainstream selama bertahun-tahun, serta tetap setia mengibarkan bendera
dan menabuh genderang punk rock.
Superman Is Dead adalah band
pionir punk rock asal Bali yang lahir dan dibesarkan di kawasan Kuta.
SID digawangi tiga pemuda tampan dengan attitude khas mereka, yaitu
Bobby Kool (vokal, gitar), Eka Rock (bas dan backing vokal), dan Jerinx
atau lebih dikenal dengan Jrx (drummer).
Revolusi three-chords
SID sukses merasuki jiwa anak muda di seluruh belahan tanah air. SID
berusaha memberikan jawaban dari teriakan dan protes sumbang kaum muda.
Disaat
media elektronik berlomba-lomba menayangkan gelombang invasi pop yang
seragam, SID tetap berdiri dengan gagahnya tampil diseluruh media dengan
mengusung genre punk rock yang di padu dengan outfit rockabilly, tanpa
mengurangi ciri khas mereka sedikit pun.
Bermula pada 1995 di
Bali, lalu di tahun-tahun berikutnya mereka mulai menghantam dan
mendobrak sejumlah pemikiran ortodoks dan mekanisme industri musik Tanah
Air. Konsistensi yang patut diacungi jempol serta sikap yang kuat
melandasi perjalanan Superman Is Dead.
Pandangan miring tentang
mitos kebrutalan punk rock perlahan sirna di tepis oleh sisi edukatif
Jerinx dan kawan-kawan. Mereka memberi pesan sederhana bagaimana cara
menikmati hidup dengan sebaik-baiknya, dan berusaha mempersatukan segala
perbedaan di bawah bendera perdamaian dan musik.
Jumat, 24 Februari 2012
Superman Is Dead Berdiri Menantang!
Posted by DEAN ANUGRAH
15.23, under | No comments







0 komentar:
Posting Komentar